Saturday, October 27, 2012

Cerpen 2 Part 1

Posted by Unknown at 6:39 PM

Teman  ku  Pacar  Mantan  Ku  ???



*Kukuruyuuuuuuuuuuuuuuk*

Terdapat selembar kertas bertuliskan “Assalamualaikum. Pah, Mah maaf gak bisa sarapan bareng. Aku berangkat duluan ya hari ini aku harus datang pagi karena piket . Wassalamualaikum” isi surat tersebut . “Dasar Mira, kebiasaan banget” ujar Ibu.
*****
Hening, sepi, sunyi, tak ada satu pun siswa didalam kelas itu hanya aku seorang diri. Rasa takut dan khawatir seketika menghampiri . Namun aku adalah siswa yang harus patuh akan tugas , aku tidak boleh menyerah hanya karena halusinasi belaka. Tiba- tiba “Hai Mir, tumben sekali kamu datang pagi” ucap Fathur . “Astagfirullah fathur , ku kira siapa . Iya nih aku kan piket hari ini jadi mesti datang lebih awal” jawab ku sambil terkaget. Sambil menghiraukan Fathur aku pun terus menyapu hingga mengangkat bangku – bangku di kelas . Tak terasa hampir seluruh murid telah tiba . Kelas ku telah bersih . Dan ini saat nya aku beristirahat untuk membeli sarapan . “Din , mau ke kantin ga temenin aku sarapan ?” tanya aku . “Ayo kebetulan aku malas untuk sarapan dirumah hehehe” jawab Dini.
“Oh iya Mir , kamu putus yah sama Rio ? kok bisa sih ? kapan dia mutusin kamu ?”
“Iya kemarin sore pas banget aku bangun tidur, entahlah kenapa dia begitu . Alasannya sih karena aku sibuk dan cuek sama dia . Biarkanlah enakan juga single J, sudah jangan bahas dia . Buat mood ku hilang saja.”

*teeeeeeeeeeeeeeeeeeeet*

Bel telah berbunyi , semua murid harus segera masuk dalam kelas untuk belajar. Guru Ekonomi ku datang sangat tepat waktu tapi untungnya aku dan Dini tidak terlambat masuk kelas . Pelajaran pertama dimulai , tapi aku tidak bersemangat hari itu . Semua yang dijelas kan guruku hanya ku dengar tanpa ku perhatikan hingga pelajaran kedua. Entah karena guru atau pelarannya atau bahkan karena aku putus dengan Rio. Rasanya malas sekali ada pelajaran di hari itu . Ingin rasanya mendengar pengumuman bahwa hari ini tidak ada KBM . Tak sadar semua teman ku didalam kelas menatapku tajam. Aku merasa bingung dengan tatapan mereka . Saat bel istirahat berbunyi , mereka bertanya tentang keadaan ku . Aku merasa keperdulian mereka adalah suatu tanda dimana aku dipentingkan. Aku tidak menjawab pertanyaan mereka , aku hanya diam dan tersenyum . Rasanya jawaban itu tidak perlu untuk disebarkan . Aku segera pergi meninggalkan mereka bersama Dini . “Kamu gapapa kan Mir?”|“Entah lah Din , aku hanya merasa unmood hari ini”|“Kalo kamu masih suka kenapa kamu gak bilang sama dia, dia pasti ngertiin kamu ko”|“Sudahlah Din , ini memang sudah jalannya . Lagi pula aku bosan dengan dia.” Sepanjang jalan kami bercerita , Rio pun lewat di sebelahku tanpa menyapa ku . Hal itu membuat ku merasa semakin unmood dan sedih . Rasanya ingin sekali marah sama Rio , tapi aku hanya diam dan kembali kedalam kelas .
 “Mira , jangan sedih gitu dong . Aku tau masalah mu ko. Rio semalam bercerita sama aku . Dia hanya ingin mendapat perhatian mu saja . Mungkin jika kamu memperhatikan dia pasti dia akan kembali pada mu” kata Selvia.
“Entah lah Sel, mungkin aku hanya unmood saja . Lagian aku tau ko Rio pasti kecewa sama aku” jawab ku sedih.
“Jangan sedih ya Mir, nanti aku bicarakan lagi sama Rio”
Aku hanya terdiam dan merenung. Bel lagi lagi berbunyi , dari pelajaran ketiga hingga pelajaran terahir aku tetap diam dan termenung . Apalagi saat ku lihat Rio yang bercanda gurau dengan Selvia . Rasanya aku ingin sekali pindah dari kelas itu .

**************
“Mir Mir , aku sudah tanya Rio semalam” ujar Selvia. “Aduh kamu Sel pagi pagi saja sudah membahasa masalah ini “ jawab aku .
“Maaf deh abis gak sabar ingin cerita “|“Cerita saja Sel, kenapa ?”|“Masa aku semalam smsan sama Rio dan dia bilang katanya dia sudah terlanjur kecewa sama kamu . Kamu terlalu cuek sama dia , bahkan dia bilang dia gak akan mau balikan sama kamu karena dia benci sama kamu. Apalgi dia bilang bahwa mantan nya saja yang dulu itu tidak secuek dia . Dia membandin – bandingin kamu terus. Tapi aku bilang ko Mir, kalo kamu kan memang sibuk selain kamu ketua eskul kamu juga kan ikut OSIS juga belum lagi kamu ketua drama . Aku menjelaskan semua itu sama Rio . Tapi Rio tetap mengelak dan dia tetap merasa kesal sama kamu “ . Mendengar ucapan Selvi perasaan ku semakin hancur , rasanya aku semakin putus asa dan menyesal tapi aku tak ingin semua orang tau . “Makasih atas infonya Sel , biarkan saja dia seperti itu . Dia bukan jodohku mungkin hahaha” ujarku. Hari ini aku tidak ada KBM karena setiap hari Sabtu aku hanya aeskul . Aku selalu bertemu Rio di manapun aku berada tapi seperti biasa Rio selalu cuek dengan ku dan bahkan dia menatap ku ketus . Aku sadar mungkin apa yang diucap oleh Selvi benar . Aku pun memutuskan untuk move on .
****3 Bulan Kemudian*****

“Gimana Mir , sudah move on ?” tanya Dini dengan mengejek . “Alah kamu Din kaya tidak tau aku saja , aku kan sibuk so pasti sudah bisa dong melupakan dia . Move on Din  ahahaha” jawabku. “Syukurlah Mir , lega rasanya melihat mu lebih bergairah dari kemarin tapi ada satu hal yang ingin ku ceritakan sama kamu tentang Rio. Kamu masih sanggup untuk mendengarnya Mir ?”|“uhmm, lebai nya kamu Din . Kenapa lagi Rio ? Kepo nih aku” |“Dia lagi dekat sama Selvi Mir, bahkan setau aku Rio sudah menjelaskan perasaanya sama Selvi. Entah mereka sudah jadian atau belum tapi yang aku tau mereka pernah jalan bersama” .

Mendengar cerita itu rasanya hati ini masih sakit dan amat tertusuk . Sedih sekali hingga ingin meneteskan air mata . Aku sadar ini bukan karena rasa cemburu tapi ini karena penggantiku adalah orang yang aku percaya . Aku tidak menyangka bahwa ini akan terjadi . Rasanya untuk menemukan hal ikhlas adalah suatu kemustahilan. Aku bersyukur dengan apapun yang aku terima . Tapi entah kenapa mendengar hal itu rasanya aku tidak bisa menerimanya . Emosi ku meluap-luap seketika . Aku bernyanyi dengan suara keras di depan Selvia tanpa melihat sisi Selvia sebagai teman ku “Ambilah saja, BEKAS PACARKU – Mikha Tambayong” . Silvia menoleh kearah ku dengan raut wajah aneh. Entah kenapa dia malah menghindar dari ku tanpa meminta maaf kepadaku . Emosi ku semakin meluap melihat kejadian itu, aku langsung bertanya tanpa basa basi kepada Selvia . “Ciee yang jadian , PJ dong” Selvia menjawab “Ih apasih kamu Mir , sumpah aku belum jadian sama dia . Aku belum jawab ko Mir” . Jawaban Selvi seakan membuat ku merasa itu semua bohong . Semenjak aku pdkt dan bahkan putus orang yang paling dekat dengan Rio kedua setelah aku adalah Selvia . Menurutku wajar bila aku bersikap emosional dengannya . Akhirnya aku dan Selvia tidak pernah bertegur sapa lagi hanya karena Rio . Aku sadar bahwa aku bukan siapa-siapa lagi. Namun aku sangat kecewa saat itu . Hubungan pertemanan kami bertiga pun tidak seharmonis dulu. Tiba-tiba aku mendengar kabar yang membuat ku terengang tentang fakta Selvia dan Rio dari salah satu teman karibku saat sepulang sekolah. Kabar itu ternyata ????

         *bersambung*

0 comments:

Post a Comment

 

Read And Appreciate Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos