Teman ku Pacar
Mantan Ku ???
*Kukuruyuuuuuuuuuuuuuuk*
Terdapat
selembar kertas bertuliskan “Assalamualaikum. Pah, Mah maaf gak bisa sarapan
bareng. Aku berangkat duluan ya hari ini aku harus datang pagi karena piket .
Wassalamualaikum” isi surat tersebut . “Dasar Mira, kebiasaan banget” ujar Ibu.
*****
Hening,
sepi, sunyi, tak ada satu pun siswa didalam kelas itu hanya aku seorang diri.
Rasa takut dan khawatir seketika menghampiri . Namun aku adalah siswa yang
harus patuh akan tugas , aku tidak boleh menyerah hanya karena halusinasi
belaka. Tiba- tiba “Hai Mir, tumben sekali kamu datang pagi” ucap Fathur . “Astagfirullah
fathur , ku kira siapa . Iya nih aku kan piket hari ini jadi mesti datang lebih
awal” jawab ku sambil terkaget. Sambil menghiraukan Fathur aku pun terus
menyapu hingga mengangkat bangku – bangku di kelas . Tak terasa hampir seluruh
murid telah tiba . Kelas ku telah bersih . Dan ini saat nya aku beristirahat
untuk membeli sarapan . “Din , mau ke kantin ga temenin aku sarapan ?” tanya
aku . “Ayo kebetulan aku malas untuk sarapan dirumah hehehe” jawab Dini.
“Oh
iya Mir , kamu putus yah sama Rio ? kok bisa sih ? kapan dia mutusin kamu ?”
“Iya
kemarin sore pas banget aku bangun tidur, entahlah kenapa dia begitu .
Alasannya sih karena aku sibuk dan cuek sama dia . Biarkanlah enakan juga
single J, sudah jangan bahas dia . Buat
mood ku hilang saja.”
*teeeeeeeeeeeeeeeeeeeet*
Bel
telah berbunyi , semua murid harus segera masuk dalam kelas untuk belajar. Guru
Ekonomi ku datang sangat tepat waktu tapi untungnya aku dan Dini tidak
terlambat masuk kelas . Pelajaran pertama dimulai , tapi aku tidak bersemangat
hari itu . Semua yang dijelas kan guruku hanya ku dengar tanpa ku perhatikan
hingga pelajaran kedua. Entah karena guru atau pelarannya atau bahkan karena
aku putus dengan Rio. Rasanya malas sekali ada pelajaran di hari itu . Ingin
rasanya mendengar pengumuman bahwa hari ini tidak ada KBM . Tak sadar semua
teman ku didalam kelas menatapku tajam. Aku merasa bingung dengan tatapan
mereka . Saat bel istirahat berbunyi , mereka bertanya tentang keadaan ku . Aku
merasa keperdulian mereka adalah suatu tanda dimana aku dipentingkan. Aku tidak
menjawab pertanyaan mereka , aku hanya diam dan tersenyum . Rasanya jawaban itu
tidak perlu untuk disebarkan . Aku segera pergi meninggalkan mereka bersama
Dini . “Kamu gapapa kan Mir?”|“Entah lah Din , aku hanya merasa unmood hari
ini”|“Kalo kamu masih suka kenapa kamu gak bilang sama dia, dia pasti ngertiin
kamu ko”|“Sudahlah Din , ini memang sudah jalannya . Lagi pula aku bosan dengan
dia.” Sepanjang jalan kami bercerita , Rio pun lewat di sebelahku tanpa menyapa
ku . Hal itu membuat ku merasa semakin unmood dan sedih . Rasanya ingin sekali
marah sama Rio , tapi aku hanya diam dan kembali kedalam kelas .
“Mira , jangan sedih gitu dong . Aku tau
masalah mu ko. Rio semalam bercerita sama aku . Dia hanya ingin mendapat
perhatian mu saja . Mungkin jika kamu memperhatikan dia pasti dia akan kembali
pada mu” kata Selvia.
“Entah
lah Sel, mungkin aku hanya unmood saja . Lagian aku tau ko Rio pasti kecewa
sama aku” jawab ku sedih.
“Jangan
sedih ya Mir, nanti aku bicarakan lagi sama Rio”
Aku
hanya terdiam dan merenung. Bel lagi lagi berbunyi , dari pelajaran ketiga
hingga pelajaran terahir aku tetap diam dan termenung . Apalagi saat ku lihat
Rio yang bercanda gurau dengan Selvia . Rasanya aku ingin sekali pindah dari
kelas itu .
**************
“Mir
Mir , aku sudah tanya Rio semalam” ujar Selvia. “Aduh kamu Sel pagi pagi saja
sudah membahasa masalah ini “ jawab aku .
“Maaf
deh abis gak sabar ingin cerita “|“Cerita saja Sel, kenapa ?”|“Masa aku semalam
smsan sama Rio dan dia bilang katanya dia sudah terlanjur kecewa sama kamu .
Kamu terlalu cuek sama dia , bahkan dia bilang dia gak akan mau balikan sama
kamu karena dia benci sama kamu. Apalgi dia bilang bahwa mantan nya saja yang
dulu itu tidak secuek dia . Dia membandin – bandingin kamu terus. Tapi aku
bilang ko Mir, kalo kamu kan memang sibuk selain kamu ketua eskul kamu juga kan
ikut OSIS juga belum lagi kamu ketua drama . Aku menjelaskan semua itu sama Rio
. Tapi Rio tetap mengelak dan dia tetap merasa kesal sama kamu “ . Mendengar
ucapan Selvi perasaan ku semakin hancur , rasanya aku semakin putus asa dan
menyesal tapi aku tak ingin semua orang tau . “Makasih atas infonya Sel ,
biarkan saja dia seperti itu . Dia bukan jodohku mungkin hahaha” ujarku. Hari
ini aku tidak ada KBM karena setiap hari Sabtu aku hanya aeskul . Aku selalu
bertemu Rio di manapun aku berada tapi seperti biasa Rio selalu cuek dengan ku
dan bahkan dia menatap ku ketus . Aku sadar mungkin apa yang diucap oleh Selvi
benar . Aku pun memutuskan untuk move on .
****3
Bulan Kemudian*****
“Gimana
Mir , sudah move on ?” tanya Dini dengan mengejek . “Alah kamu Din kaya tidak
tau aku saja , aku kan sibuk so pasti sudah bisa dong melupakan dia . Move on
Din ahahaha” jawabku. “Syukurlah Mir ,
lega rasanya melihat mu lebih bergairah dari kemarin tapi ada satu hal yang
ingin ku ceritakan sama kamu tentang Rio. Kamu masih sanggup untuk mendengarnya
Mir ?”|“uhmm, lebai nya kamu Din . Kenapa lagi Rio ? Kepo nih aku” |“Dia lagi dekat
sama Selvi Mir, bahkan setau aku Rio sudah menjelaskan perasaanya sama Selvi.
Entah mereka sudah jadian atau belum tapi yang aku tau mereka pernah jalan
bersama” .
Mendengar
cerita itu rasanya hati ini masih sakit dan amat tertusuk . Sedih sekali hingga
ingin meneteskan air mata . Aku sadar ini bukan karena rasa cemburu tapi ini
karena penggantiku adalah orang yang aku percaya . Aku tidak menyangka bahwa
ini akan terjadi . Rasanya untuk menemukan hal ikhlas adalah suatu
kemustahilan. Aku bersyukur dengan apapun yang aku terima . Tapi entah kenapa
mendengar hal itu rasanya aku tidak bisa menerimanya . Emosi ku meluap-luap
seketika . Aku bernyanyi dengan suara keras di depan Selvia tanpa melihat sisi
Selvia sebagai teman ku “Ambilah saja, BEKAS PACARKU – Mikha Tambayong” .
Silvia menoleh kearah ku dengan raut wajah aneh. Entah kenapa dia malah
menghindar dari ku tanpa meminta maaf kepadaku . Emosi ku semakin meluap
melihat kejadian itu, aku langsung bertanya tanpa basa basi kepada Selvia .
“Ciee yang jadian , PJ dong” Selvia menjawab “Ih apasih kamu Mir , sumpah aku
belum jadian sama dia . Aku belum jawab ko Mir” . Jawaban Selvi seakan membuat
ku merasa itu semua bohong . Semenjak aku pdkt dan bahkan putus orang yang
paling dekat dengan Rio kedua setelah aku adalah Selvia . Menurutku wajar bila
aku bersikap emosional dengannya . Akhirnya aku dan Selvia tidak pernah
bertegur sapa lagi hanya karena Rio . Aku sadar bahwa aku bukan siapa-siapa
lagi. Namun aku sangat kecewa saat itu . Hubungan pertemanan kami bertiga pun
tidak seharmonis dulu. Tiba-tiba aku mendengar kabar yang membuat ku terengang
tentang fakta Selvia dan Rio dari salah satu teman karibku saat sepulang
sekolah. Kabar itu ternyata ????
*bersambung*




0 comments:
Post a Comment